21 September 2014

HENDRIK TANGKE ALLO, "Sah Sah Saja"

BY forum kota digital IN , ,


Depok, 21 September 2014, Para anggota DPRD Depok disinyalir ramai-ramai menggadaikan Surat Keputusan (SK) ke Bank Jabar Banten (BJB) cabang Depok, tak lama setelah dilantik awal September lalu. Alasan mereka pun beragam, dari mulai ingin buka usaha hingga untuk menutupi ongkos kampanye.
 
Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD definitif Kota Depok, Yeti Wulandari, dari fraksi Partai Gerindra. Ditemui di ruang kerjanya, politisi yang akrab disapa Yeti ini mengungkapkan, kebanyakan yang menggadaikan adalah anggota petahana (incumbent).
 
"Alasannya ada beban biaya kampanye, ya mungkin ada juga yang ingin mengadakan syukuran dan lain sebagainya. Ada juga mungkin yang ingin usaha. Gadai SK sudah dilakukan sejak tahun 2009 lalu, itu salah satu terobosan dari pihak bank," kata Yeti, Rabu 17 September 2014.

Namun Yeti menjelaskan, mereka yang bisa menggadaikan SK hanyalah anggota dewan yang terpilih kembali, bukan anggota dewan baru. Sebab, anggota dewan incumbent sudah memiliki gaji yang dibayarkan setiap awal bulan. Sedangkan anggota dewan yang baru belum bisa menggadaikan SK.

"Karena belum mendapatkan gaji. Mereka baru mendapat gaji nanti tanggal 1 Oktober. Itu kan syaratnya dari pihak bank. Harus ada gaji. Kalau yang baru nanti bulan Oktober," tutur Yeti.

Ketika ditanya apakah dia termasuk yang menggadaikan SK ? politikus Gerindra itu dengan tegas membantahnya.

Ungkapan senada juga disampaikan Ketua Fraksi Golkar Babai Suhaemi. Menurut dia, banyaknya anggota dewan yang menggadaikan SK disebabkan tingginya biaya politik dalam pemilu legislatif kemarin. Sehingga para anggota dewan itu menggadaikan SK-nya untuk mendapat pinjaman uang.

" Sepanjang aturannya ada, tidak merugikan pihak manapun ya sah-sah saja," kata Babai yang memilih tersenyum ketika ditanya apakah dirinya temasuk penggadai SK.

Sah-sah saja
Sementara itu, Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo, menampik kabar jumlah anggota yang mengadaikan SK bisa sampai 50 %, atau separuh dari jumlah yang terpilih sebanyak 50 orang. "Tidak, paling 10 sampai dengan 15 %. Intinya tidak salah, sah-sah aja," ujar dia.

Sebelumnya, Siti Nurjanah salah satu anggota DPRD Fraksi Demokrat mengaku sengaja menggadaikan SK dengan alasan untuk memenuhi modal usaha.

"Saya mau buka usah, bikin kontrakan. Saya gadai SK dapat Rp 300 juta. Ya saya cicil 3 tahun. Gaji kami rata-rata Rp 15 juta-an perbulan, itu sudah termasuk tunjangan. Alasan saya bikin kontrakan untuk membantu karyawan pabrik, kebetulan suami saya buka pabrik," kata Siti. (ren)

Sumber : © VIVA.co.id

Iklan Anda