7 Oktober 2014

Bintang film ini bukan muslim tapi marah Islam dihina

BY forum kota digital IN ,

Forum Kota Digital - 7 Oktober 204, Benjamin Geza Affleck-Boldt namanya. Aktor 42 tahun berdarah campuran Irlandia-Jerman ini sedang jadi buah bibir di Amerika Serikat. Dia berdebat dengan komedian sekaligus pembawa acara bincang-bincang Real Time di televisi HBO, Bill Maher. Dialog panas itu terjadi saat siaran langsung Sabtu (4/10) pekan lalu. Pangkal persoalannya kata-kata Maher yang mendiskreditkan umat muslim serupa anggota mafia.

Sampai berita ini dilansir, jejaring sosial seperti Twitter masih membahas debat Affleck-Maher. Umat muslim di Twitter salut dengan argumen Afflek, kendati sang aktor sendiri adalah pemeluk Kristen Protestan yang rajin menyambangi gereja methodist.

Akun @nadiaaboulhosn bilang aksi heroik Affleck membuatnya jatuh cinta. "Kuiizinkan dia menjadi bapak anak pertamaku."

Dukungan juga datang dari pengguna Twitter yang mendukung toleransi beragama. Contohnya akun @ayeeshaaxx yang bilang, "Ben, kini kau mendapat rasa hormatku."

Pada debat akhir pekan lalu, Affleck sebetulnya sendirian membela Islam. Narasumber lain adalah Sam Harris, kritikus agama yang kerap menyudutkan umat muslim.

Inti serangan duet Maher-Harris adalah umat muslim terlalu defensif saat membela agamanya. Kritik atas aturan-aturan yang mengabaikan hak asasi dalam ajaran Islam, menurut Maher, seperti menghalalkan darah orang kafir, melarang perempuan bekerja, dan lain sebegainya, biasanya ditanggapi berlebihan.

Topik ini dibahas dalam acara itu, berkaitan dengan fenomena internasional seperti aksi militan ISIS di Suriah dan Irak, larangan perempuan Arab Saudi membawa mobil, maupun pembunuhan kehormatan di Pakistan.

"Islam agama yang dijalankan seperti organisasi mafia. Kalau kamu salah omong, menggambar sesuatu yang terlarang, atau menulis buku yang keliru, kamu bakal dihabisi," kata Maher yang langsung memicu kemarahan Affleck.
Kurang lebih 10 menit Affleck marah besar pada tuan rumah yang mengundangnya datang ke acara tersebut. "Kenapa kalian tidak memperhitungkan satu miliar muslim yang tidak fanatik, tidak menyiksa perempuan, ingin bersekolah, makan roti isi sama seperti kalian?"

Serangan balik pada tudingan Maher terus keluar dari Affleck. Aktor yang namanya mencuat sejak membintangi film-film kondang seperti Armageddon, Pearl Harbour, dan Daredevil ini mengingatkan, tindakan pemerintah Amerika Serikat justru lebih zalim pada umat muslim.

"Kita membunuh umat muslim lebih banyak dibanding apa yang mereka lakukan pada kita. Kita menyerang negara-negara muslim lebih sering dibanding sebaliknya," kata Affleck.

Bila ditilik lebih jauh, Affleck sejak 1999 memang sudah menjadi aktivis kemanusiaan. Kendati demikian dia tidak memiliki kaitan ataupun simpati yang terbuka pada Islam.

Justru, dalam satu wawancara dia menegaskan nyaman dengan iman Kristiani. "Spiritualitas yang cocok bagi saya adalah kristianitas ala Barat."

Perdebatan dengan Bill Maher yang panas itu juga terhitung tak terduga. Keduanya sama-sama berideologi liberal dan mendukung Partai Demokrat, beraliran kiri-tengah. Dua selebritas itu pun penyokong aktif kampanye Presiden Barack Obama yang dituding presiden paling sosialis Negeri Paman Sam.

Aksi-aksi kemanusiaan Affleck lebih banyak berurusan dengan pemberantasan kelaparan dan kemiskinan. Dia langsung pergi ke Kongo mengirim bantuan pangan ketika usai negara itu mengalami perang saudara pada 2009.

Satu-satunya kaitan Affleck dengan dunia Islam terjadi saat dia menyutradarai film Argo pada 2012. Cerita yang dia angkat tentang penyelamatan enam warga AS yang terjebak di Iran, sewaktu meletus Revolusi Islam pada 1979.

Walau bercerita dari sudut pandang agen CIA yang ditugaskan membebaskan para sandera, Affleck di film tersebut mencitrakan revolusi dipimpin Ayatullah Khumaini itu secara simpatik. Rakyat Iran pantas mengusir bangsa barat, karena Syah Reza Pahlevi memang pemimpin boneka yang diusung AS dan Inggris untuk terus menguasai bisnis minyak.

Lepas dari semua itu, Affleck yang karirnya lebih moncer sebagai sutradara dibandin
g jadi aktor, kini sukses mendapatkan penggemar baru karena sikapnya membela Islam.



 fwd
Reporter : Ardyan Mohamad

Iklan Anda