3 Oktober 2014

Kapolresta Depok: "Anggota Saya Siap Direka ulang" terkait tudingan penodongan terhadap Ketua DPRD Depok

BY forum kota digital IN , , ,

Forum Kota Digital, 3 Oktober 2014, "Saya masih shock sampai sekarang. Namanya juga ditodong senjata api yang sempat dikokang polisi," begitu yang dirasakan Hendrik Tangke Allo
Ketua DPRD Kota Depok itu masih membayangkan peristiwa yang menimpanya saat melakukan Sidak di depan proyek pembangunan Apartemen Cinere Terrace Suites, Kamis (2/10/2014).

Beruntung, seorang anggota Sabhara Polsek Limo itu tak sempat menarik pelatuk senjata api laras panjang yang sudah dikokangnya. Kini, politisi PDI Perjuangan itu memilih menenangkan diri.

Hendrik tak akan mengendurkan kebiasaannya sebagai wakil rakyat untuk turun ke lapangan menjumpai rakyat. Peristiwa yang dialaminya sore itu, ia anggap itu hanya sebagai risiko yang harus ditanggungnya.

Tepat pukul 15.00 WIB, Hendrik sempat meminta anggota Polsek Limo untuk mencari tahu pengembang apartemen karena pembangunannya selama ini meresahkan warga sekitar.

Hendrik sudah meminta baik-baik dengan memperkenalkan diri sebagai anggota DPRD Kota Depok. Alih-alih mendapat tanggapan yang baik, oknum polisi mengucapkan perkataan yang tidak mengenakkan.

"Sepertinya mereka tak terima. Setelah itu, omongan salah satu polisi mulai tidak enak dan seperti mengusir saya," kata Hendrik yang saat itu mengaku marah.

"Namun ternyata seorang polisi tiba-tiba mengokang senjata api laras panjangnya dan langsung menodongkannya ke arah saya," imbuhnya. Ia tak menyangka oknum polisi akan berbuat sejauh itu.

Untungnya, anggota Polsek Limo lainnya menenangkan si oknum dan menjauhinya dari Hendrik. "Kalau tidak sepertinya saya sudah ditembak sama dia," kata Hendrik. Ia langsung meninggalkan lokasi.


Hal tersebut dikatakan oleh Hendrik  di balai wartawan Polres Depok, Kamis (2/10). “Saya datang dengan berpakaian batik ke lokasi. Saat sedang menunggu sambil duduk di ruko apartemen langsung disamperin oleh anggota Polri berseragam dan tiba-tiba menodongkan senjata laras panjang sambil dikokang,”ujarnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok ini mengaku aparat berseragam tersebut menodongkan pistol lantaran sempat terjadi cek-cok mulut.

“Maksud saya datang ke lokasi pembangunan apartemen adalah untuk meninjau pembangunan. Namun disalah tanggap sama petugas polisi yang sedang berjaga dikira saya akan berdemo,” ujarnya
Hendrik menambahkan saat situasi mulai memanas, datang Wakapolsek Limo AKP Suwardji  untuk meminta maaf. “Orang saya datang hanya untuk mengetahui pengerjaan pembangunannya saja. Malah dianggap sebagai akan yang berdemo saja,”ujar hendrik tangko allo

Kapolresta Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah mengatakan pihaknya sudah memeriksa anggotanya yang dituding menodong dan mengokang senjata ke arah Ketua DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo, Kamis (2/10/2014) sore.

"Saya sudah periksa anak buah saya. Dia tidak melakukan seperti yang dituduhkan. Bahkan posisi anggota saya jauh dari Ketua DPRD. Ia siap direka-ulang untuk membuktikannya," kata Ahmad, Jumat (3/10/2014).


"Saat itu, senjata laras panjang yang dipegang anggota, sedang dilipat. Mungkin terdengar seperti dikokang. Di sinilah terjadinya salah paham itu," kata Ahmad.
dan Ia mengaku sudah mengkonfrontir keterangan anggota yang diduga melakukan pengokangan itu ke anggota lainnya. "Senjata laras panjang SS itu dibawa anggota sabhara kami sebagai bagian dari protap. Tidak kami temukan adanya penodongan atau pengokangan senjata," katanya. (alx)

Iklan Anda