26 November 2014

Ariyanto Nyalon Walikota Depok, Dollar Bakal Turun

BY forum kota digital IN , , , , ,

FORUM KOTA DIGITAL, Sungguh pernyataan yang demikian fantastis, dimana FC Ariyanto yang kini tengah mempersiapkan diri untuk mencalonkan walikota Depok, yakin kalau dirinya sampai saja tercatat menjadi calon walikota Depok, menurutnya Dollar akan merambah turun, dan mata uang Indonesia akan setara dengan mata uang asing. Agaknya hal itu bukan hal yang tak masuk akal, lewat penjabarannya, hal itu bisa terjadi. Ariyanto menerangkan Dollar akan terus melonjak, bahkan bukan cuma dollar, semua mata uang asing akan terus meroket bagi rupiah apabila bangsa ini terus dilanda penyakit konsumtifisme.

Bisa dibayangkan, kata Ari..., kini hampir setiap warga Depok, bahkan bangsa Indonesia memiliki budaya ‘memaksakan kehendak’. Ini terbukti hampir seluruh masyarakat memiliki hutang, paling tida mereka melakukan proses leasing hanya untuk mengejar nafsu keinginannya untuk memiliki sepeda motor, mobil, rumah bahkan perabot rumah tangga.
“Sebetulnya mereka tahu, kalau dia belum waktunya memiliki sesuatu, namun selalu saja memaksakan kehendaknya”, terang Ari, dan hal itu, tambahnya, merupakan salah satu sebab merosotnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar atau apapun.
 
Ari juga mengaku kalau dirinya pernah bertemu dengan beberapa rekannya yang pakar dan pelaku ekonomi berkeles internasional, dan mendisku­sikan beberapa konsepnya terksit pencalonannya sebagai walikota Depok, konsep-konsep Ari dinilai fantastis pemerintah dan masyarakatnya. Mungkin hal itu yang membuat dirinya merasa yakin dengan pola kampanye dan strategi politiknya itu bakal mempenga­ruhi setaranya mata uang lokal terhadap mata uang asing.
Ari juga berangan, jika nanti dia dipercaya untuk memimpin Kota Depok, dia akan membuat pusat transaksi mata uang di Kota Depok. Disinilah nantinya Depok bakal menjadi landas pacu pembangunan ekonomi bagi Indonesia. Depok bakal jadi mercusuarnya Indonesia.

Mengusung Program Jokowi
Sebagai kader militan PDI Perjuangan dan berkomitmen atas perjuangan yang diletupkan Bung Karno, Ariyanto meyakini, Joko Widodo (Jokowi) adalah jembatan emas bagi pola perjuangan Soekarno yang pemikirannya selalu bertapak pada nilai-nilai kemandirian.
 
Mencalonkan diri sebagai Walikota Depok, sesungguhnyalah merupakan suatu pengabdian bagi Ariyanto. Dia berfikir, kini saatnya dia tampil di lini eksekutif. Sebagaai walikota adalah suatu cara yang tepat untuk mengimplementasikan keilmuannya dalam pengabdian diri sebagai anak negeri yang membangun bangsanya. Terlebih, kata Ariyanto, pemerintahan Jokowi adalah alur pemerintahan yang sesuai dan diidamkannya hingga harus dikawal sampai tuntas.
“Saya akan mengusung program Jokowi, karena program beliau adalah program pro rakyat, program yang memiliki unsur keseimbangan menuju kemandirian bangsa ini” terangnya.
 
Mengembalikan jayanya kemaritiman yang dibarengi dengan membangkitkan kekuatan ekonomi kreatif berbasis kerakyat­an merupakan pola strategis yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dan tak ada kemustahilan bangsa ini menjadi “Raksasa” Asia, bahkan dunia. Demikian Ariyanto yakin.
Terkait persiapan pencalonan dirinya sebagai Walikota Depok, Ariyanto tengah mela­ku­kan berbagai persiapan, dari belu­sukan ke tengah-tengah masyarakat, mem­per­kenalkan diri kepada tokoh Kota 

Depok, para Anggota DPRD Kota Depok, partai-partai sampai kepada para birokrat di Kota Depok.
Hal ini dilakukannya, selain untuk mem­per­kenalkan diri serta beberapa program yang bakal diusungnyajuga untuk mengeta­hui lebih jauh kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya.
“Ibu Megawati juga sudah tahu ko kei­ngin­an saya mencalonkan Walikota Depok”,  terangnya. Dia juga yakin kalau PDI Perju­angan Kota Depok bakal mendukung dirinya, dan karena niatannya yang tulus, dia juga yakin niatannya itu bakal direstui oleh Megawati Soekarnoputeri selaku Ketua Umum Partai PDI Perjuangan.

Gagasan Besar
Sebagai seorang masyarakat yang akan mencalonkan diri sebagai walikota, sang arsitektur yang juga penggiat dunia kepa­riwi­sataan, Ari telah memiliki konsep rancang bangun Depok kedepan. Dia telah meme­takan potensi wilayah yang ada di Depok. Selain menciptakan sektor kepariwi­sataan yang padat karya, Dia juga telah menggali berbagai potensi lokal yang sesungguhnya bisa menjadi alas kekuatan ekonomi Kota Depok. Dan hal ini bakal menjadi pemacu produktifitas masyarakat Kota Depok.
Selain itu, Ari juga telah membuat konsep pencegahan banjir di Depok dan Jakarta. Dalam rancangannya itu Ari berencana akan membuat sodetan sungai yang kemudian mem­buat waduk besar sebagai penampung air agar tidak langsung meluap.
 
Bukan cuma itu, waduk tadi bakal banyak manfaatnya, seperti penyediaan air bersih yang dikelola oleh PDAM, untuk lokasi peri­ka­nan dan pariwisata. Dan yang lebih pen­ting, kata Ari, jika air tersebut dapat dikelola menjadi air bersih, maka Depok akan memini­malisir penggunaan air bawah tanah yang kini semakin meliar.
Di akhir pembicaraan dengan wartawan di kediamannya, di seputar Setu Studio Alam, Depok dia menyatakan kalau dirinya siap dan akan menjaga komitmen, jika dia kelak dipercaya sebagai Walikota Depok periode mendatang.

Bukan hanya pembangunan fisik yang difikirkannya, mental spiritual menjadi bagian yang tak terpisahkan dari program pembangunan yang akan dicanangkan Ari. "Depok sebagai kota relijius", hal ini pula yang akan diperjuangkannya. Dimana dia akan melakukan rekonsiliasi spiritual antar umat beragama, Dengan kata lain, dia akan memformulakan kehidupan beragama yang saling tenggang rasa dan saling membangun kebersamaan dalam bermasyarakat. Seperti halnya dalam membangun mental spiritual di setiap daerah di Kota Depok, nantinya para tokoh agama dari berbagai agama bakal diberi tanggung jawab untuk membina masyarakat, dan pemerintahpun akan mempertimbangkan kompensasi bagi para penggiat pembinaan ersebut. "Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadara masyarakat dalam menjalankan kehidupan secara utuh damai dalam kebersamaan", terangnya. Bukan hanya para penegak hukum yang bertanggung jawab atas peminimalan kriminalitas di masyarakat, justeru para tokoh agama itulah yang nantinya menjadi ujung tombak pengurangan tindak kriminal di masyarakat. Karena hal itu semua terkait dengan moral, serta mental spiritual yang pembinaannya lebih kepada para tokoh agama dan spiritual di lingkungan setempat, tambahnya.
 
Partai Pengusung
Terkait dengan kendaraan yang akan digunakan dalam pilkada mendatang, Ariyanto optimis PDI Perjuangan lah yang nantinya akan mengusung dirinya menjadi Calon Walikota. "Walau bukan pengurus partai, sayakan kader militan PDI Perjuangan, dan saya sudah mengkomunikasikan hal itu kepada PDI Perjuangan. dan saya juga telah melakukan pendekatan kepada partai-partai lain terkait niat pencalonan saya ini", jelas Ari.   (Endro)

Iklan Anda