8 Januari 2015

Menhub Ignasius Jonan: "Dirjen Perhubungan Udara Bubarkan Saja"

BY forum kota digital IN ,

FORTAL, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tengah mengaudit izin terbang dan slot penerbangan yang dimiliki seluruh maskapai nasional. Ia tak mau pengawasan izin rute hanya formalitas dari maskapai ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan lewat Indonesia Slot Coordinator.
 
“Kalau izin dari Slot Coordinator sudah cocok dengan Dirjen Perhubungan Udara, lalu kami cek dari sudut lain. Ada permainan nggak?” kata Jonan seusai meninjau posko pencari Air Asia QZ8501 di Pangkalan Bun, Rabu, 7 Januari 2015.

Jonan menilai pengawasan izin rute kerap dianggap remeh. Misalnya, pada kasus Air Asia QZ8501, izin terbang periodewinter yang dikeluarkan resmi dari Dirjen Perhubungan Udara justru dilanggar. Kemenhub hanya memberi izin terbang Air Asia rute Surabaya-Singapura pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Namun, Air Asia QZ8501 justru terbang pada Ahad.

“Kalau cuma formalitas, Direktur Jenderal Perhubungan Udara dibubarkan saja. Saya yakin airline malah senang,” kata dia.

Beberapa waktu lalu, tim Air Traffic Control Air Asia merilis pernyataan bahwa Air Asia QZ8501 memiliki izin terbang pada hari Ahad, 28 Desember 2014. Namun, menurut Jonan, seharusnya Air Asia tunduk pada regulasi negara keberangkatan, bukan negara tujuan saja.

Kemenhub juga melarang pesawat QZ8040 rute Kualanamu-Palembang karena tak mengantongi izin. Selain Air Asia, Jonan berjanji mengaudit izin beberapa maskapai penerbangan lain.

“Ini sedang diteliti. Kalau ada yang salah pasti dihukum, saya tidak pilih kasih. Mungkin akhir minggu ini akan diberi tahu. Kalau ada akan diumumkan,”
ujar mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia ini.
(fkd)

Iklan Anda