6 Februari 2015

BUANA ASTUTI ASTI SIJI

BY forum kota digital IN , , , , ,

FORTAL, “Buana Astuti Asti Siji” demikian dikatakan Ki Braja Gesang, tokoh spiritual muda yang tinggal di bilangan Vila Pertiwi Depok terkait maraknya Batu akik dan Batu Permata yang muncul di masyarakat.
 
Buana Astuti Asti Siji itu menurut Ki Braja mengandung arti Satu Permata yang dipuji dunia.  Dan hal ini bermakna suatu tengara atau pertanda alam akan memunculkan seseorang laksana permata yang berpemikiran brilian dan memiliki keteguhan hati untuk memimpin dunia ini.
 
Ki Braja juga menerangkan, tengara alam yang ditandai dengan trend nya batu permata ini, sama dengan munculnya burung ocehan Ciblek di seputar tahun 1997. Burung berperawakan kecil, ocehannya nyaring yang tadinya liar dan tak berharga itu sontak naik daun dan laku keras di pasaran. 

Menurut Ki Braja Ciblek merupakan tengara saatnya rakyat kecil berani manggung dan berbicara. Terbukti sejak tahun itu, rakyat menguasai panggung dan lantang berbicara. Demikian pula halnya dengan tengara yang di bawa oleh maraknya batu cincin sekarang ini. Ki Braja meyakini, setiap peristiwa yang menonjol merupakan tengara alam, demikian pula yang terjadi dengan batu cincin, dimana menurutnya hal itu merupakan tanda akan munculnya sang pemimpin yang brilian dan berpendirian teguh layaknya batu permata yang jernih mengkilat, indah namun memiliki kekerasan yang luar biasa.
 
Saat ditanya perihal Presiden Jokowi apakah merupakan bagian dari tengara itu, Ki Braja mengiyakannya,”Untuk menjadi indah, batu atau permata harus dipoles, dan batu atau permata yang bagus memiliki kekerasan yang lebih, ketimbang batu lainnya. Jokowi termasuk bagian dalam peroses pemolesan. 

Proses gosok dan pemolesan itu sejatinya adalah menghilangkan hal yang tidak perlu serta noda yang ada, hingga akhirnya terbentuk suatu kesempurnaan. Kedepan, pasca kepemimpinan Jokowi bakal muncul pemimpin yang sudah melalui proses pemolesan itu”, terang Ki Braja.
 
Terkait dengan ketokohan Jokowi, lebih jauh ki Braja menerangkan, bahwa sesungguhnya Jokowi adalah trah dari Sunan Gersik. Dimana Sunan Gersik adalah keturunan Rosulullah, Sedangkan Rosulullah adalah keturunan Nabi Ibrahim. Ini berarti Kepemimpinan Jokowi merupakan bagian dari kehendak Allah yang tersurat dalam Al-Quran surat Al-Baqoroh ayat 124 yang menyatakan Allah berfirman: “Sungguh aku akan menjadikanmu seorang imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim memohon: “ Juga dari keturunanku!”. Allah berfirman: “Janjiku ini (imamah) tidak akan dapat digapai oleh  orang-orang yang zalim”.

“Karena Jokowi adalah bagian dari proses pembentukan dan pemolesan (seperti proses pembuatan batu cincin) maka Jokowi bersikap ngeli, ning ora keli (mengikuti arus, tapi tidak terbawa arus)” pungkas Ki Braja Gesang. Andra

Iklan Anda