20 Februari 2015

Bunda Lia : Presiden Jokowi Harus segera Himpun Kekuatan Kultural

BY forum kota digital IN , , ,

FORTAL, Jogjakarta - Gonjang ganjing masalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pelantikan Kapolri, dan entah apa lagi nanti yang bakal muncul ke permukaan, membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memeras otak, juga harus ekstra menjaga etika yang memang sudah menjadi karakter Jokowi yang setiap langkahnya penuh dengan sopan santun perjuangan. Konyolnya, kesemuanya itu sarat dengan kepentingan politik atas golongan.
 
Dari berbagai permasalahan ini, nampak jelas Indonesia kaya akan politisi, namun kekurangan negarawan. Terkait dengan pengangkatan Kapolri sesungguhnya hal itu merupakan hak prerogratif presiden. Namun, dalam upayanya, Jokowi masih mengedepankan komunikasi dan toleransi dalam melakukan hak prerogratifnya. Akibatnya, toleransi itu dijadikan celah permainan politik bagi para pihak untuk memperkuat posisi atas golongannya. Buahnya, Jokowi menuai ujian yang demikian berat.
 
Melihat peristiwa demikian, Bunda Lia Hermin Puteri kepada FKD beberapa waktu silam di Rumahnya di Jl. Raya Parang Tritis Jogjakarta berpendapat, bahwa Jokowi harus segera menghimpun kekuatan budaya guna mengimbangi tempaan politik dari semua lini.
 
"Jokowi harus segera menghimpun kekuatan budaya untuk mengimbangi terpaan politik dari sana sini " terang tokoh spiritual yang juga budayawan asal Jogja itu.  Bunda Lia juga mengatakan langkah tersebut merupakan suatu kepatutan yang harus dilakukan Jokowi. 

"Jokowi menjadi pemimpin bukan sekedar karena kemenangan politik, namun ada campur tangan kekuatan di luar itu. Alam menghendaki jokowi menjadi pemimpin, ini berarti pula Jokowi harus menciptakan kekuatan dari alam dan lingkungannya, yakni kekuatan budaya dan kultural" Tegas Pimpinan Sanggar Supranatural Songgo Buwono.

Saat ditanya upaya apa yang harus dilakukian Jokowi untuk menghimpun kekuatan tersebut, dengan tegas Bunda Lia mengatakan, Jokowi harus menghimpun dan melakukan pendekatan kepada para tokoh kultural dan pemangku adat se Nusantara. "Mereka (para pemangku adat-red) merupakan bagian dari kekuatan yang murni dan cinta terhadap NKRI. merekapun pasti memiliki kepentingan yang berbeda dengan para politisi yang hanya mementingkan kemenangan sepihak saja" terangnya.  Andra

Iklan Anda