24 September 2015

Menteri Jonan " bukan sistem ataupun tataran penerapan regulasi, itu lebih pada kelalaian personel"

BY forum kota digital IN , ,

FORTAL, 24 September 2015,

Menyusul terjadinya kecelakaan KRL di Stasiun Juanda pada Rabu 23 September 2015, Menhub Ignasius Jonan instruksikan agar seluruh personel KRL diperiksa.
"Menhub sudah instruksikan hari ini semua personel terkait operasi KRL diperiksa oleh tim internal KAI," kata Staff Khusus Menteri Perhubungan, Hadi M Djuraid, Kamis (24/9/2015).
 
Menurutnya, kelalaian personel ada di wilayah KAI sebagai operator, bukan Kemenhub sebagai regulator.
 
Dia menjelaskan, tiap hari ada perjalanan KRL sebanyak 800-900 perjalanan, kalau ada satu kecelakaan KRL dalam lima tahun terakhir, artinya kecelakaan satu dari 1,5 juta perjalanan.
 
"Artinya itu bukan sistem ataupun tataran penerapan regulasi, itu lebih pada kelalaian personel," tegasnya.
 
Hadi menambahkan, harus dibedakan antara kecelakaan KA/KRL dengan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan KA/KRL.
 

"Yang sering terjadi adalah kecelakaan lalin yang melibatkan KA/KRL, misalnya di perlintasan jalan raya dan rel. Kalau kecelakaan KRL itu yang antar KRL atau kecelakaan tunggal KRL. Kecelakaan KRL dalam bentuk tabrakan antar-KRL seperti kemarin baru sekali terjadi dalam lima tahun terakhir," ucapnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Jonan hendak memastikan beberapa hal terkait penyebab terjadinya tabrakan antar dua kereta tersebut.
 
Jonan menengarai ada dua kemungkinan penyebab tabrakan, yakni masalah sarana dan awak kereta. Mantan Direktur Utama KCJ tersebut memastikan tak ada yang salah dengan sarana, baik sistem persinyalan, maupun rangkaian keretanya.
"Jadi sistem persinyalan sampai sekarang tidak bermasalah, sarana juga," kata 

Jonan di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2015).
 
Jonan memperkirakan, kemungkinan besar kesalahan ada pada awak kereta. Oleh karena itu, Jonan mengimbau kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki awak kereta, masinis dan asisten masinis untuk memastikan penyebab kecelakaan.
 
"Jadi kecenderungan terbesar memang harus dicek personelnya, karena kalau KRL sistem persinyalan enggak masalah, sarananya enggak masalah, ya enggak ada masalah (seharusnya)," ujar Jonan.

Iklan Anda