19 Februari 2016

Di Bilang Belum Maksimal, Eks Penasehat Beberkan Prestasi KPK

BY forum kota digital IN , , ,


FORTAL, Pengamat hukum tata negara, Margarito Kamis meragukan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah maksimal. Bahkan, ia mempertanyakan kelanjutan kasus Bank Century oleh lembaga anti rasuah.

"KPK maksimal ? mana itu Century ? "ujar Margarito dalam diskusi bersama INewsTV, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).

Namun, mantan penasehat KPK, Abdullah Hehamahua menyangkal pernyataan tersebut. Ia lalu membeberkan prestasi yang diraih lembaga anti rasuah. Dari segi audit, KPK menjadi satu-satunya lembaga yang diproses secara wajib tanpa perkecualian (WTP).

" Prestasi KPK, audit keuangan hanya KPK yang WTP. Lalu hanya BPK yang bisa menyaingi dapat A," sanggah Abdullah dalam forum yang sama.

Selanjutnya, dalam bidang pencegahan, KPK mulai menyingkirkan stigma pejabat publik yang 'pandai goblok pendapatan sama' (PGPS).

"Dari pencegahan, apa yang diterapkan jaman orde baru (PGPS) diubah KPK berdasarkan kinerja," sambungnya.

Sosok yang mengikuti dua kali gelar perkara kasus Century itu mengaku, khusus perkara tersebut, diakui bahwa KPK tengah kehilangan saksi kunci, yakni Siti Fajriah yang meninggal lantaran terkena serangan jantung. Namun, saat ini KPK juga masih melakukan penyidikan dengan metode tembak peluru.

" Saya beri solusi, kita gunakan sistem peluru, begitu dia masuk lobang tubuh, lukanya kecil, tapi dampaknya besar dan menjalar. Keluar nama Budi Mulia, kemudian kita temukan key position, Siti Fajriah tapi sudah meninggal kena stroke," tukasnya.

Iklan Anda