28 Juni 2016

Jam kerja yang panjang pemicu kanker serta serangan jantung

BY forum kota digital IN , , ,

FKD, 28.06.16 -Ohio,  Jam kerja panjang bagi wanita nantinya harus dibayar sangat mahal berupa penyakit mematikan, yaitu penyakit serangan jantung dan kanker. hasil studi ini diterbitkan oleh Ohio State University.

Seminggu kerja dengan rata-rata 60 jam atau lebih selama tiga dekade menunjukkan tiga kali lipat pada risiko diabetes, kanker, gangguan jantung, dan arthritis bagi wanita, menurut penelitian mereka, seperti dikutip dari Eureka Alert. 

Risiko mulai tampak ketika wanita masuk dalam waktu jam kerja lebih dari 40 jam dan menampakkan hal yang lebih buruk di atas 50 jam, menurut yang ditemukan para peneliti.

"Wanita - terutama yang harus berperan ganda - merasakan efek pengalaman kerja yang intensif dan yang dapat memunculkan berbagai penyakit dan kecacatan," kata Allard Dembe, profesor manajemen pelayanan kesehatan dan kebijakan dan peneliti utama pada studi yang diterbitkan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine.

"Orang-orang kebanyakan tidak berpikir tentang bagaimana pengalaman awal kerja mereka memengaruhi perjalanannya," katanya.

"Wanita berusia 20-an, 30-an, dan 40-an membuat diri mereka sendiri mendapat masalah di kemudian hari."

Sementara, pria dengan jadwal kerja yang berat tampak jauh lebih baik, menurut para peneliti, yang menganalisis data dari wawancara dengan hampir 7.500 orang yang merupakan bagian dari National Longitudinal Survey of youth.

Pengusaha dan regulator pemerintah harus menyadari risiko, terutama bagi wanita yang harus secara teratur bekerja keras lebih dari 40 jam kerja sepekan, menurut Dembe. Dembe menegaskan perusahaan akan mendapatkan keuntungan dalam hal kualitas kerja dan biaya medis ketika para pekerja mereka lebih sehat.

Para peneliti menganalisis hubungan antara penyakit serius dan jam kerja selama 32 tahun. 

Sebuah studi terbaru Universitas Carolina Selatan menemukan bahwa duduk di tempat kerja sepanjang hari berkaitan dengan penyakit jantung obesitas, kanker, diabetes, dan gangguan serius lainnya. Posisi duduk selama berjam-jam juga ditengarai menyebabkan masalah tulang belakang dan gangguan sendi dalam jangka panjang.

Dalam artikel yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine, para ahli menyarankan agar mendesain ulang tempat kerja demi mengurangi beberapa masalah kesehatan. Adakah alternatif untuk tetap sehat selama di tempat kerja ? 

Bekerja sambil berdiri
Berdiri sambil mengerjakan tugas di kantor pernah populer. Bahkan, menteri pertahanan AS Donald Rumsfeld adalah seorang yang dikenal lebih senang berdiri saat bekerja. Meski lebih susah dalam praktiknya, berdiri terbukti lebih sehat daripada duduk dan membakar lebih banyak kalori.

Dikutip dari Shine, pada abad 18 dan 19, berbagai meja kerja dirancang khusus untuk pekerja dengan posisi berdiri. Namun, meja kerja ini tidak nyaman karena seseorang hanya dapat berdiri selama berjam-jam. Berbagai jenis kursi yang diciptakan demi kenyamanan dan kesehatan selama bekerja juga dipercaya memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri.

Berdiri dan bergerak
Terlepas dari itu, ahli menyarankan untuk mengombinasikan antara duduk dan berdiri selama bekerja. Jika pekerjaan membuat Anda harus duduk diam selama beberapa lama, bangun, dan bergeraklah setiap jam. Lakukan peregangan dengan merentangkan anggota badan Anda agar darah mengalir.

Seorang pakar merekomendasikan untuk tetap bergerak, meskipun sedang duduk. Sebab, setengah jam berjalan tidak mampu mengimbangi delapan jam duduk di belakang meja. Akibatnya, aktivitas peregangan di belakang meja terbukti lebih efektif menjaga kesehatan. Yang paling penting, mulailah sekarang juga! (art)



Iklan Anda