25 Juni 2016

Jusuf Kalla " Satelit Lapan-A3 harus mampu memperlihatkan sebanyak apa kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia "

BY forum kota digital IN , ,


Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla mengungkapkan satelit Lapan-A3/ Lapan-IPB harus memiliki manfaat yang lebih besar ketimbang hanya proses peluncurannya saja. Menurut Jusuf Kalla, peluncuran satelit tersebut harus mampu memperlihatkan sebanyak apa kekayaan alam yang dimiliki oleh Indonesia.

Selama ini, kata Jusuf Kalla, Indonesia selalu mengklaim memiliki kekayaan alam yang besar tapi tak tahu berapa banyak kekayaan yang mereka klaim tersebut. Oleh sebab itu Lapan-A3 harus bisa membuktikan itu.

"Jadi ini bukan hanya peluncuran tapi bagaimana memanfaatkannya, kita ini selalu mengatakan Indonesia negara kaya tapi tak tahu berapa besar kekayaan itu," ujar Jusuf Kalla saat ditemui di Pusat Teknologi Penerbangan Lapan, 

Salah satu kekayaan alam yang diharapkan bisa dideteksi jumlahnya adalah kekayaan di bidang maritim, khususnya perikanan. Menurut Jusuf Kalla, Indonesia selalu mengatakan ikan di perairan mereka dicuri tapi tak bisa menunjukkan lokasi pencurian yang disebutkan.

JK, sapaan Jusuf Kalla, menilai aspek tersebut merupakan hal penting yang menjadi dasar diluncurkannya satelit tersebut ke luar angkasa. Fokus utama dari peluncuran satelit haruslah ke arah sana.

"Di mana yang dicuri dan di mana yang kaya, itu yang penting dan kita fokus di situ," ujar JK.

Sementara di bidang pertanian, JK meminta Lapan-A3 untuk menemukan lahan-lahan yang layak dibuat sawah. Tak hanya menemukan, satelit itu juga harus bisa menganalisa tanaman apa saja yang cocok ditanam di lahan tersebut.

"Katakanlah di mana (ada lahan) yang bisa dibuat sawah atau ditanam dengan betul, atau berapa banyak yang bisa ditanam di situ," ujarnya.

"Data di Google memang ada tapi ini bisa jauh lebih baik. Itu memang ada data-data google tapi ini jauh lebih terperinci. Itu maksudnya, bagaimana kekayaan alam itu dapat kita tahu dan kuasai dengan betul.

Satelit Lapan-A3 mencatatkan sejarah setelah berhasil diluncurkan dari Sriharikota, India menuju orbit di luar angkasa, hari ini.

Diluncurkan di Tanah Hindustan pada pukul 9.25 waktu setempat atau sekitar 10.55 WIB, Satelit Lapan-A3 ini telah mengangkasa di orbit polar setinggi 500 kilometer. Sebagai catatan Lapan-A3 bukan satu-satunya yang menebeng roket PSLV C-34 milik India.

Roket PSLV-C34 India memboyong 20 satelit sekaligus yang ukurannya kecil. Selain Lapan-A3 dari Indonesia dan satelit Atrosat milik India, 18 lainnya berasal dari Kanada, Jerman, dan Amerika Serikat.

Siaran live streaming langsung dari India yang diselenggarakan di Pusat Teknologi Penerbangan Lapan di Rumpin, Bogor ini turut dihadiri oleh Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lapan, Duta Besar India untuk Indonesia Negcha Lhovum , serta Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Satelit Lapan-A3 menjadi muatan keempat yang diluncurkan satelit India. Sekitar pukul 11.15 WIB setelah dua satelit asing lain yang dilepaskan dari roket, Lapan-A3 pun mengalami separasi dan mengangkasa di orbit polar setinggi 500 kilometer. 

Misi khusus diemban satelit yang diberinama Lapan A3/IPB yang resmi diluncurkan ke orbit pada Rabu (22/6) oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Satelit buatan peneliti dan perekaya Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) itu punya misi untuk pemantauan wilayah maritim dan lahan pertanian. Satelit Lapan A3/IPB yang berkuran tak lebih besar dari televisi 32 inch itu memang dilengkapi dengan kamera yang punya resolusi tinggi.

Dengan setting khusus, kamera itu bisa mengenali gambar dari lahan pertanian. Gambar dari kamera itu bisa menggambarkan mana lahan yang ditumbuhi rumput dan mana lahan yang ditumbuhi padi.

Penelitian tentang pengamatan lahan pertanian itu secara khusus dikerjasamakan dengan IPB. Rektor IPB Prof Herry menyebutkan bahwa riset dan dukungan dana yang diberikan IPB untuk proyek itu sekitar Rp 2 miliar.

Mereka akan punya akses untuk seluruh data dari citra satelit di lahan pertanian itu. ”Pengawasan seluruh lahan pertanian akan semakin akurat lagi,” ujar Herry.

Satelit Lapan A3/IPB itu meluncur dengan mulus bersama 19 satelit lain yang menumpang roket PSLV-C34 buatan India. Roket tersebut meluncur pada pukul 10.55 dan tiba diorbit 20 menit kemudian satelit itu masuk ke orbit.

Para peneliti Lapan akan segera mengatur satelit itu dari stasiun bumi di Pusat Teknologi Satelit di Rancabungur, Bogor.

Sementara itu, Ketua Lapan Thomas Djamaluddin menuturkan bahwa program mereka fokus pada pemantauan sumberdaya alam dan lingkungan. Salah satu fokus dari program itu adalah pembuatan sistem pemantauan maritim dan lahan.

”Sudah lama kami berikan layanan data suhu permukaan laut. Dan informasi itu sampai di dinas perikanan di daerah,” ujar Thomas.

Iklan Anda