31 Oktober 2016

Benny Hardja : “ Kami China Nusantara, bukan Warga Negara China ”

BY forum kota digital IN , , ,

FKD, 31 Oct. 2016 - Jutaan warga Negara China yang eksodus ke Indonesia membuat masyarakat Indonesia menjadi cemas-cemas sedap. Betapa tidak, mereka (warga China-red) kini dipekerjakan diberbagai perusahaan swasta yang memang perusahaan tersebut merupakan bagian dari investasi China di Indonesia.

Kecemasan tersebut kini bergeser menjadi kekhawatiran, bahkan sampai pada titik kebencian masyarakat terhadap warga Negara China tersebut. Hal itu menjadi wajar memang, karena disatu sisi warga Negara Cihina yang masuk ke Indonesia menjadi pekerja, dari pekerja kelas atas sampai kuli bangunan. 

Bahkan mereka ada yang menjadi tenaga kerja rumahan. Sementara warga Negara Indonesia sulit untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini akan menjadi api dalam sekam, bahkan tak menutup kemungkinan akan meledak menjadai konflik besar di masyarakat.

Sungguh menjadi tak adil, jika masuknya warga Negara China kemudian, masyarakat Indonesia membenci bahkan memusuhi orang keturunan China yang nota bene adalah warga Negara Indonesia. Bukan Cuma itu, China keturunan di Indonesia malah sudah merupakan bagian suku bangsa Indonesia.

Seperti halnya China Kalimantan, China medan, China Surabaya, China Benteng di Tangerang, dan banyak China-China lain yang memang sudah menjadi warga Negara, bahkan sebagai bangsa Indonesia.

Selain sebagai warga Negara dan bangsa Indonesia, pada kenyataannya pendahulu mereka juga turut berjuang dalam kemerdekaan bangsa ini, bahkan tak sedikit mereka yang jauh sebelumnya menjadi bagian dari siar agama Islam.

Benny Hardja, salah seorang tokoh China Benteng Tangerang merasa khawatir kalau eksodus besar-besaran warga Negara China ke Indonesia ini akan berdampak kepada posisi atau kondisi warga Negara Indonesia keturunan China.
“Kami ini Warga Negara Indonesia yang sekaligus sebagai bangsa Indonesia, dan kami khawatir kalau masyarakat salah persepsi tentang eksodus warga Negara China ada kaitannya dengan kami”, terang Benny. “Jujur saya katakana, saya juga khawatir kalau eksodus tadi bakal mengganggu stabilitas nasional”, tambahnya.

Benny berharap agar pemerintah segera membuat regulasi terkait pekerja asing, jangan sampai warga Negara Indonesia justeru dinomorduakan.

Di sisi lain, Benny juga mengimbau kepada warga Negara Indonesia keturunan agar tidak merasa eksklusif, karena mereka (warga Negara keturunan) adalah warga Negara Indonesia juga yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga, mempertahankan dan membangun bangsa ini.

“Coba difikir, kamikan lahir disini, kakek nenek, buyut bahkan cicit kamipun lahir disini. Jadi jelas ini adalah tanah air kami juga dimana kami berkewajiban untuk mengabdi kepada Ibu Pertiwi. 

Memang kami keturunan China, namun sudah menjadi China Nusantara, China yang berkewajiban membangun tanah air ini”, terangnya. “Toh bangsa Indonesia tak sedikit yang keturunan bangsa asing seperti Arab. India dan bangsa lainnya Contohnya  orang Betawi, kemudian disebut Betawi Arab. Kamu juga Betawi yang keturunan China to….,”, tambahnya seraya menerangkan beberapa tokoh China Indonesia yang turut berjuang memerdekakan bangsa ini.

Andra

Iklan Anda