8 Desember 2016

Gugatan Class action, Ahok Digugat Rp 470 Miliar, ( Kasus Penistaan Agama )

BY forum kota digital IN , , ,


FKD, 08 Des. 2016,- Wakil Ketua Aku Cinta Tanah Air (ACTA), Ali Lubis mengajukan gugatan class action terhadap Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnama. Dirinya menuntut ganti rugi sebesar Rp 470 miliar terhadap pernyataan pria yang akrab Ahok tersebut.

"Hari ini kami mendaftarkan gugatan class action ganti kerugian kepada Ahok di PN Jakut yang saat ini berkantor di Jalan Gajah Mada No 17 Jakarta Pusat. Gugatan diajukan dengan mekanisme class action mengingat jumlah warga negara Indonesia yang beragama Islam sangat banyak," ujar kuasa hukum Ali, Nurhayati , Kamis (8/12/2016).

Nurhayati menjelaskan gugatan class action ini diwakilkan oleh Ali Lubis yang juga Wakil Ketua ACTA. Kliennya mengatasnamakan umat Islam yang tidak suka dengan Ahok.

"Kelompok dalam gugatan ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang beragama Islam dan wakil kelompok dalam gugatan ini adalah Ali Hakim Lubis, seorang warga negara Indonesia beragama Islam," paparnya.

Nurhayati mengatakan gugatan ini didasarkan pasal 98 KUHAP tentang permintaan menggabungkan perkara ganti rugi kepada perkara pidana. Untuk menguatkan gugatan, pihaknya bersedia hadirkan bukti, saksi dan ahli dalam perkara tersebut 

"Kami berharap dengan penggabungan perkara perdata dan pidana ini persidangan kasus Ahok bisa lebih transparan. Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini publik khawatir dengan keseriusan penegak hukum menjerat Ahok terkait kedekatan Ahok dengan pejabat pejabat di institusi hukum," paparnya.

Nurhayati mengatakan tuntutan utama dalam gugatan clas action ganti rugi sebesar Rp 470 miliar. Serta meminta Ahok untuk memasang iklan permintaan maaf di sembilan surat kabar nasional.

"Menghukum tergugat untuk membayar ganti kerugian materiil kepada penggugat sebesar Rp 470.000.000.000 yang akan didistribusikan kepada seluruh anggota kelompok dalam bentuk pembuatan fasilitas ibadah umat Islam yang dikoordinir oleh Majelis Ulama Indonesia di setiap kabupaten kota di seluruh Indonesia. Serta menghukum tergugat dalam waktu paling lama 10 hari sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap, dengan memasang iklan satu halaman penuh di sembilan surat kabar nasional," pungkasnya.

Sebelumnya, Habib Novel menggugat Ahok sebesar Rp. 204 juta di kasus yang sama. Ahok sendiri telah menjadi terdakwa dengan dakwaan Pasal 156 dan Pasal 156A KUHP tentang Penistaan Agama. Sidang rencananya akan digelar pekan depan. 

Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) kembali mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Utara, di Jalan Gajah Mada, nomor 17, Jakarta Pusat, Kamis, 8 Desember 2016. Kedatanganya mereka untuk mendaftarkan gugatan class action ganti kerugian untuk digabungan dengan perkara pidana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Wakil Ketua ACTA, Nurhayati, mengatakan mekanisme gugatan class action dihitung dari jumlah warga negara Indonesia yang beragama Islam yang mencapai 207 juta jiwa. Sehingga menurutnya, tidak efektif jika masing-masing mengajukan gugatan.

"Dasar gugatan ini adalah Pasal 98 KUHAP, yang berbunyi jika suatu perbuatan yang menjadi dasar dakwaan di dalam suatu pemeriksaan perkara pidana oleh pengadilan negeri menimbulkan kerugian bagi orang lain, maka hakim ketua sidang atas permintaan orang itu dapat menetapkan untuk menggabungkan perkara gugatan ganti kerugian kepada perkara pidana itu," ujar Nurhayati , Kamis, 8 Desember 2016.

Menurut dia, dua hal yang penting terhadap gugatan kali ini di antaranya meminta majelis hakim mengabulkan permohonan. “Menghukum tergugat untuk membayar ganti kerugian materiil kepada penggugat sebesar Rp. 470.000.000.000 (empat ratus tujuh puluh miliar rupiah),” kata Nurhayati.

Selain itu, mereka juga menggugat agar Ahok meminta maaf dalam waktu paling lama 10 (sepuluh) hari sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap, dengan memasang iklan satu halaman penuh di sembilan surat kabar nasional.

Nurhayati menambahkan, total gugatan kerugian materiil kepada tergugat (Ahok) sebesar Rp. 470.000.000.000 (empat ratus tujuh puluh miliar rupiah), nantinya akan didistribusikan kepada seluruh anggota kelompok dalam bentuk pembuatan fasilitas ibadah umat Islam yang dikoordinir oleh Majelis Ulama Indonesia di setiap kabupaten/ kota di seluruh Indonesia

Iklan Anda