13 Desember 2016

Sidang Pertama Ahok : Ahok mengaku cuma sasar penyalah gunaan Al-Maidah 51

BY forum kota digital IN , , ,


FKD, 13 Des. 2016,- Dalam sidang pertama, Ahok menyampaikan keberatan atas dakwaan penistaan agama, dan memapar berbagai hal yang menurutnya menunjukkan bahwa ia tak mungkin menghina ulama atau menista agama.

Sebelumnya, jaksa membacakan dakwaan yang menyebut bahwa pidato Ahok di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September, sekitar pukul 08.30 pagi, mengatakan hal-hal yang bersifat permusuhan terhadap pemeluk agama, dan merupakan perbuatan yang bisa digolongkan pada penodaan agama, yang melanggar KUHP 156a.

Sidang yang dipimpin hakim Dwiarso Budi Santiarto, dibuka pukul 09.00, di bekas gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang mengumumkan bahwa sidang boleh 

Dalam nota keberatannya, Ahok menyatakan, "apa yang saya utarakan di Kepulauan Seribu, bukan dimaksudkan untuk menafsirkan Surat Al-Maidah 51 apalagi berniat menista agama Islam dan menghina para Ulama."

"Namun ucapan itu, saya maksudkan, untuk para oknum politisi, yang memanfaatkan Surat Al-Maidah 51, secara tidak benar karena tidak mau bersaing secara sehat dalam persaingan Pilkada," kata Ahok.

Namun ia mengakui, temperamennya dan nada bicaranya, bisa jadi gampang disalah-pahamkan.

"Bisa jadi tutur bahasa saya, yang bisa memberikan persepsi, atau tafsiran yang tidak sesuai dengan apa yang saya niatkan, atau dengan apa yang saya maksudkan pada saat saya berbicara di Kepulauan Seribu," lanjutnya.

'Ayat dimanfaatkan oknum elit'

Ia juga memapar berbagai yang menurutnya, membuktikan bahwa ia tak mungkin punya niat memusuhi, menghina atau menista Islam atau pemeluknya. Ia mengutip buku yang pernah ditulisnya berjudul "Berlindung di balik ayat suci" yang ditulis pada 2008.

Bahwa dalam sejarah perjalanan politiknya, ada satu ayat yang selalu digunakan untuk mengganjalnya, yakni Suarat Al Maidah 51.

"Ayat ini sengaja disebarkan oleh oknum-oknum elit, karena tidak bisa bersaing dengan visi misi program, dan integritas pribadinya. Mereka berusaha berlindung dibalik ayat-ayat suci itu, agar rakyat dengan konsep "seiman" memilihnya."

Disebutkan, ada ayat sejenis juga di Kristen, yang bisa digunakan umat Kristen untuk menjegal calon non Kristen di wilayah yang mayoritas Kristen, yang membuat calon terbaik Islam ditolak di wilayah Kristen dan calon terbaik non Islam ditolak di wilayah Islam. Sehingga daerah-daerah itu tidak memperoleh pemimpin terbaik, akibat politisasi agama.

Orang tua angkat Muslim

Ahok menyebut, ayah dan ibu angkatnya, adalah pemeluk Islam teguh. Masuk ke bagian ini, pembacaan eksepsi tersendat-sendat, karena Ahok menahan tangis.
Ia sebutkan sejak muda di Belitung Timur, sebagai pribadi ia selalu terpanggil untuk membantu mensejahterakan masyarakat Islam -membantu membangun mesjid dan sebagainya. Dan setelah menjadi pejabat, menerapkan kebijakan untuk kesejahtreaan masyarakat Islam, seperti memberangkatkan para marbot, muazin dan penjaga Mesjid ke Mekah untuk umrah atau naik haji, dan membangun banyak mesjid.

"Saya sangat sedih dituduh menghina Islam, agama orang tua dan kakak angkat saya yang sangat saya cintai," katanya.
Adapun tim penasihat hukum menegaskan, dakwaan terhadap Ahok didasarkan apda trial by the mob, atau peradilan oleh tekanan masa.
Dan bahwa tekanan masa itu merupakan hasil dari politisasi para politikus yang berusaha menjegal Ahok di pemilihan gubernur Februari 2017 nanti.
Majelis Hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang hingga Selasa (20/12) depan, dengan materi pembacaan tanggapan jaksa atas nota keberatan terdakwa.

Iklan Anda