27 Januari 2017

Bos Pandawa Group Mangkir dari Panggilan OJK, Soal Duit Nasabah Rp 3,8 Triliun

BY forum kota digital IN , , , , ,

FKD. Jum'at 27 Jan. 2107,- Bos Pandawa Group, Salman Nuryanto, mangkir dari panggilan Otoritas Jasa Keuangan, Kamis, 26 Januari 2017. OJK memanggil Salman Nuryanto untuk mengetahui perkembangan pengembalian dana oleh lembaga investasi bodong tersebut.

Sebelumnya diketahui, OJK dan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi telah memutuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan Pandawa Group.

Pemberhentian tersebut dilakukan karena kegiatan yang dilancarkan Pandawa Group berpotensi merugikan masyarakat dan diduga melanggar UU tentang Perbankan.

Kendati telah dilarang OJK, namun Kantor Pandawa Group yang terletak di Jalan Raya Meruyung No. 8A, RT.002/RW.024, Meruyung, Limo, Kota Depok, Jawa Barat, nyatanya masih banyak didatangi orang-orang yang hendak menyimpan dananya.

Melihat adanya potensi yang dapat merugikan masyarakat dan diduga melanggar UU tentang perbankan, akhirnya OJK dan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi memutuskan menghentikan seluruh kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan Pandawa Group.

Ketua Satuan Tugas Waspada Investasi Tongam Lumban Tobing mengatakan sampai sekarang keberadaan Salman Nuryanto tidak diketahui. Bahkan penasihat hukum 
Salman Nuryanto juga tidak mengetahui keberadaan klienya. "Belum diketahui keberadaannya," kata Tongam.

Ia menuturkan OJK meminta Salman Nuryanto mengembalikan dana nasabah sampai 1 Februari 2017. Perjanjian pengembalian tersebut telah disepakati sebelumnya oleh bos Pandawa Group itu pada November 2016.

Pihaknya juga menyerahkan penyidikan kasus dugaan penggelapan dana yang dilakukan Salman oleh polisi. "Proses penyidikan masih berlangsung. Hormati saja prosesnya," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan, menurut data yang didapatkan OJK dari seorang peneliti di Pandawa Group, lembaga investasi bodong itu telah menghimpun dana mencapai Rp 3,8 triliun. Jumlah dana tersebut dikumpulkan dari 549 ribu nasabah Pandawa Group di seluruh Indonesia.

Sebanyak 35 leader Pandawa Group menuntut Salman Nuryanto, pendiri lembaga investasi bodong tersebut, mengembalikan modal nasabahnya. Dari 12 leader, sudah terdata kerugian mencapai Rp 1,1 triliun.

Asisten pengacara 35 leader Pandawa Group, Heri Purnawan, mendatangi gedung pembantu Pandawa Group di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, mencari berkas nasabah kliennya di sana. Namun Heri belum menemukan semua data nasabah yang menjadi anggota Pandawa Group, yang bernaung di bawah 35 leader itu. "Masih mencari data. Tapi, pas saya lagi istirahat makan siang, gedungnya disegel," ujarnya.

Polisi menyegel dua gedung investasi abal-abal Pandawa Group di kawasan Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kamis, 26 Januari 2017. Garis polisi dipasang untuk mengamankan dua gedung itu untuk menghindari kemarahan para nasabah yang merasa tertipu oleh Salman Nuryanto.

Iklan Anda