7 Februari 2017

Hasil Survei Sementara Jelang pencoblosan 15 Februari

BY forum kota digital IN , , , ,



FKD. 7 Feb. 2017,- Dalam survei diungkapkan Populi Center, pasangan nomor urut 1 itu hanya mendapat 21,8 persen. Posisinya disalip pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dengan perolehan 30,3 persen. Padahal biasanya peringkat Agus-Sylvi kerap berada di atas pasangan Anies-Sandi.

Hasil survei jelang pencoblosan 15 Februari bagi para kandidat di Pilgub DKI menunjukkan ada perubahan. Tren tingkat keterpilihan (elektabilitas) pasangan Agus Yudhoyono dan Sylviana justru menunjukkan penurunan.

Sementara pasangan Basuki T Purnama ( Ahok)- Djarot Saiful Hidayat, dalam survei populi masih berada di puncak dengan perolehan 40 persen. Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 600 responden di seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan margin of error kurang lebih 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Researcher Populi Center, Nona Evita menuturkan, elektabilitas Agus-Sylvi berada di posisi buncit dengan 21,8 persen. Posisi pertama di tempati pasangan calon Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok)- Djarot Syaiful Hidayat sebesar 40 persen dan disusul posisi kedua dengan persentase 30,3 persen.

Tim Pemenangan Agus-Sylvi, Roy Suryo, tidak menepis bahwa debat kandidat mempengaruhi elektabilitas paslonnya. "Debat kandidat tidak bisa kita remehkan, itu poin penting yang mempengaruhi suara," kata Roy di Kantor Populi Center, Jakarta, Senin kemarin.

Untuk itu, tim pemenangan Agus-Sylvi akan berusaha keras memperbaiki semua hal yang dianggap kurang pada debat kandidat terakhir nanti. "Nanti pada debat ketiga kita akan memperhatikan kritikan dan yang kurang dari debat pertama-kedua," ujar dia.

Hasil serupa juga dikeluarkan Media Survei Nasional (Median) dalam survei kepada ketiga kandidat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Hasilnya pasangan Ahok dan Djarot memimpin dengan presentase sebesar 29,8 persen disusul Anies Baswedan dan Sandiaga Uno 27,8 persen, kemudian Agus Yudhoyono dan Sylviana 26,1 persen, serta 16,3 persen masih belum menentukan pilihan.

Survei ini dilakukan pada 29 Januari sampai 2 Februari dengan populasi survei seluruh warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih. Target sampel 800 responden, dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara random dengan teknik Multistage Random Sampling dan Proporsional atas populasi kotamadya dan gender.

Meski mengalami penurunan, elektabilitas Agus-Sylvi bisa kembali naik. Direktur Utama Media Survei Nasional (Median), Sudarto, menyebut isu penyadapan kepada Presiden ke-6 sekaligus ayah Agus, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa jadi pemantik kenaikan tingkat keterpilihan itu.

"SBY berniat untuk melakukan konfirmasi dan berniat melakukan pertemuan langsung dengan Jokowi, tetapi menurut saya di balik itu SBY tentu ingin sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, selain melakukan klarifikasi beliau juga ingin isu itu dalam tanda kutip mendongkrak dukungan publik terhadap Agus-Sylvi," kata Sudarto.

Sudarto menilai, bila simpati publik atas kasus dugaan penyadapan SBY tersosialisasi dengan baik maka publik akan mengalihkan dukungannya pada Agus-Sylvi. "Sehingga diharapkan dengan isu ini bergulir terangnya.

Iklan Anda