13 September 2017

Karyawan PT. Kao Indonesia diancam 3 tahun Penjara

BY forum kota digital

- Lakukan Kekerasan psikis dan terlantarkan anak kandungnya -

Bekasi , FKD, 13 September 2017,-  - Walau terkesan lambat dalam proses penyidikannya, akhirnya "Adj " berstatus terdakwa dalam kasus tindak kekerasan psikis dan menelantaran anak kandungnya sendiri dan dihadapkan ke Meja Hijau di Pengadilan Negeri Bekasi pada 12 September silam dengan nomor perkara 1042/ pid sus/2017/PN.Bks
Asisten Manager pada PT. Kao Indonesia yang tinggal di Perum Citra Indah Cluster Widelia Cilengsi, Kab. Bekasi itu hadir dalam persidangan dengan didampingi pengacaranya. "Adj" nampak tenang dan tak terselip rasa penyesalan sedikitpun. Padahal sebelum persidangan, dia tahu dan melihat Azlia Hasanah anak pertamanya hadir disitu, namun dia tidak sempat berlaku seperti  layaknya ayah terhadap anak. 

Pada sidang pertama yang dipimpin oleh Hakim Firman, SH  tersebut agendanya adalah pembacaan dakwaan.  Jaksa Penuntut Umum membacakan Surat dakwaan bernomor Reg.Perkr.PDM. 486/CKR/08/201787. Dalam Dakwaannya, Jaksa Indah, SH menerapkan Pasal  29 huruf (a) Junto Pasal 9 ayat 1 UURI No 23 tahun 2014 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah tangga untuk menuntut terdakwa, dengan ancaman pidana maksimal tiga tahun penjara.

Semula sidang terbuka untuk umum, namun separuh perjalanan pembacaan dakwaan, hakim menyetop yang kemudian hakim menyatakan siding tertutup.  

Dalam proses penyidikannya, jaksa dan pihak kepolisian tidak menahan terdakwa. Hingga sidang pertama digelarpun terdakwa masih bebas berkeliaran.
Peristiwa ini sebetulnya kasus yang sudah terbilang lama mengendap dan baru disidangkan pada 12 September 2017.

Suci, salah satu keluarga korban menerangkan, kalau  Tri Nurhayati selaku saksi korban telah melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Bekasi pada  30 April 2016, kemudian berkas diterima Kejaksaan Negeri Bekasi (P.21) sekitar Bulan Agustus 2017 dan baru disidangkan di Pengadilan Negeri Bekasi pada 12 September 2017.

Suci memaklumi hal tersebut, namun dia berharap pihak pengadilan dapat menjalankan proses pengadilan dan memutuskan seadil-adilnya sesuai hukum dan perbuatan yang dilakukan terdakwa.


Semula Terdakwa adalah suami dari Tri, dari hasil pernikahannya mereka memiliki dua orang anak. Karena terbukti  terdakwa selingkuh dengan teman kantornya, akhirnya Tri menuntut cerai dan terdakwapun menikah dengan pacarnya tadi. Namun menurut Tri, usai perceraian terdakwa tak melakukan kewajibannya terhadap anak kandungnya sesuai hukum, dan sampai kini anaknyapun merasakan hal tersebut dan Tri pun masih mengalami gangguan psikis (Andra)

Iklan Anda