27 Mei 2020

Gelombang ke-4 Kartu Pra Kerja, Kapan ?

BY forum kota digital IN , , , , ,


FKD, 27/5/20,- Para calon peserta Kartu Pra Kerja harap bersabar lantaran Project Management Officer (PMO/manajemen pelaksana) belum membuka pendaftaran gelombang ke 4 hingga saat ini.

Hal itu diungkapkan Direktur Kemitraan dan Komunikasi PMO Kartu Pra Kerja, Panji Winanteya Ruky saat dihubungi di Jakarta, Selasa (26/5/2020).

"Belum dibuka," tegas Panji.

Alasan belum dibukanya pendaftaran gelombang keempat, kata Panji dikarenakan pihak PMO masih melakukan evaluasi pelaksanaan gelombang pertama, kedua, dan ketiga. Menurut dia, pengumuman akan disampaikan usai proses evaluasi.

"Komite saat ini sedang mengevaluasi kebijakan dan pelaksanaan dari gelombang 1-3 berdasarkan masukan dan pertimbangan dari lembaga pengawas pemerintah," jelasnya.

"Nanti saya akan umumkan jika Komite sudah putuskan," tambahnya.

Meski demikian, Panji menegaskan pendaftaran awal calon peserta melalui situs www.prakerja.go.id tetap dibuka. Pendaftaran ini hanya sebatas syarat awal bagi masyarakat yang ingin bergabung dalam program Kartu Pra Kerja.

Setelah berhasil lolos verifikasi, setiap individu akan memiliki akun yang nantinya bisa memilih untuk bergabung pada gelombang keempat dengan catatan pemerintah sudah mengumumkan pembukaan gelombang keempat.

"Gabung gelombang ke 4 nya belum dibuka, masih ditutup, nanti di dashboard ada fitur gabung gelombang, itu yang masih kita tutup, ungkapnya.

Sebanyak 1,7 juta orang korban pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masuk dalam data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) selama pandemi COVID-19. Rencananya seluruh korban PHK ini rencananya menjadi prioritas peserta Kartu Pra Kerja gelombang keempat.

Berdasarkan data Kemenaker pada 1 Mei 2020, setidaknya ada sekitar 1.722.958 karyawan yang terkena PHK. Untuk, pemerintah mendorong 1,7 juta orang ini mendaftar program Kartu Pra Kerja.

Dapat diketahui, jumlah peserta gelombang pertama sampai ketiga totalnya sekitar 680.922 orang, di mana pada gelombang pertama terdata 168.111 orang yang mana sekitar 161.512 adalah korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Sedangkan jumlah peserta gelombang kedua ada sebanyak 288.154 orang, di mana sekitar 132.642 orang merupakan korban PHK. Selanjutnya jumlah peserta gelombang ketiga ada 224.657 orang, yang mana sekitar 98.184 merupakan korban PHK.

Iklan Anda